Ramadhan merupakan bentuk cinta Tuhan kepada umat manusia. Meski harus menahan lapar hingga petang, ini adalah cara Tuhan agar setiap umatnya senantiasa memiliki kemanusiaan dalam kehidupan di dunia. Begitulah satu diantara banyak pesan yang disampaikan Penceramah sekaligus Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Bambang Q-Anees pada kegiatan Jalan Cinta Ramadhan, yang belum lama ini dilaksanakan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program diskusi daring Awasi Yuk ! Serial Ramadhan.
Diskusi daring kali ini memang sedikit berbeda dengan serial Awasi Yuk ! sebelumnya. Selain membahas perkembangan teknis penanganan pelanggaran oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Sutarno, dibahas pula kajian ilmu kalam. Hal ini dimaksudkan untuk memasukan makna Ramadhan dalam jiwa yang dituangkan setiap melaksanakan kegiatan.
Menjadi Pengawas Pemilu memang lah sebuah tugas yang besar dan rentan akan kelokan-kelokan tertentu. Maka daripada itu, Bawaslu Provinsi Jawa Barat tidak hanya concern pada peningkatan kapasitas dalam hal kepemiluan, tetapi juga dalam ilmu kalam untuk menambah semangat dan kekuatan jajaran pengawas ditengah Ramadhan.
“Bawaslu memiliki tugas yang besar, dan dalam menjalankan tugas tersebut sudah pasti ada hambatan dan tantangan. Maka senantiasa mengingat Tuhan adalah cara tepat agar Bawaslu tetap memiliki harga diri dalam menghadapinya,” tegas Q-Anees.
Sementara itu, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Barat, Lolly Suhenty yang turut mengikuti diskusi daring tersebut mengapresiasi segala pesan yang disampaikan Q-Anees. Pesan-pesan tersebut dirasa cukup menyentuh kalbu, menggerakan jiwa mengoreksi diri, dan menambah semangat menjaga kualitas demokrasi dengan lebih baik lagi.
“Semoga kegiatan ini memberi pengaruh pada sikap kita kedepan. Khususnya Ramadhan kali ini, tidak hanya sebatas mengosongkan perut dari makan dan minum, tapi juga memperbaiki diri agar mencapai kebahagiaan yang sesungguhnya,” ucap Lolly. (She)