Ambisi Bawaslu tak hanya pada melahirkan pemilihan yang demokratis, ada ambisi lain berkaitan dengan jajaran internal agar idealis dan berintegritas sehingga tidak mudah diracuni oleh politik, kekuasaan dan hal lain yang menggoyahkan ketahanan. Ambisi ini diwujudkan dengan program Perkuliahan E-Learning Akademi Antikorupsi bagi jajaran Bawaslu Kab/Kota se-Provinsi Jawa Barat, buah kerjasama antara Bawaslu dan Indonesian Corruption Watch (ICW).
Ibarat lebih baik mencegah daripada mengobati, program merupakan pendidikan singkat bagi jajaran Bawaslu mulai dari tingkat Komisioner, Korsek hingga Staf. Seluruhnya akan diberikan pemahaman yang lebih luas atas suatu pengantar antikorupsi untuk umum, sosiologi korupsi, hukum dan korupsi, pengawasan dana politik selama tiga minggu berturut-turut dimulai sejak 22 September 2020 hingga 9 Oktober 2020.
Ini menjadi kesempatan sekaligus tantangan lembaga pengawas Pemilu untuk semakin mawas diri, berbenah, tumbuh ke arah yang lebih berprestasi. Khususnya dalam hal tata kelola kelembagaan yang kuat seperti sistem keuangan, data kepegawaian, pemberian honor pada jajaran sampai pada tingkat PTPS sesuai prinsip Good Governance.
Bicara soal korupsi yang sudah seperti penyakit menular memang tidak cukup disembuhkan oleh seorang dokter maupun pihak-pihak tertentu. Perlu pemahaman yang lebih luas dan aksi kuat. Harapannya, mereka yang menjadi peserta secara tidak langsung menjadi kader anti korupsi di lingkungannya masing-masing. Perubahan akan datang apabila ada aksi walau kecil, karena hal kecil selamanya akan selalu lebih baik daripada tidak melakukan apapun.
Sebagai informasi, Bawaslu Provinsi Jawa Barat ditunjuk sebagai sampling reform internal Bawaslu oleh Kemen PAN-RB, selain Bawaslu Sulawesi Selatan. (SN)