Dalam rangka meningkatkan sinergitas dan silaturahmi menghadapi pemilu tahun 2019, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Barat melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Barat. Audiensi yang diterima langsung oleh M. Ridwan Kamil berserta jajaran Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Barat ini dilaksanakan di Ruang Rapat Manglayang Gedung Sate pada Senin, 08 April 2019.
Pada kesempatan tersebut, hadir Gunawan Suswantoro selaku Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ketua, Anggota dan jajaran kesekretariatan Bawaslu Jabar. Abdullah S.TP menyampaikan bahwa menghadapi pemilu 2019 yang semakin mendekat, Bawaslu Jabar terus melakukan penguatan terkait tugas dan fungsinya serta memperkuat struktur pengawas pemilu. Tercatat, 7 orang (provinsi); 129 orang (Kab/Kota); 1881 orang (kecamatan); 5962 orang (kelurahan/desa); dan 138.381 orang (Pengawas TPS). Dengan kuantitas pengawas pemilu yang lebih besar dibandingkan dengan pemilu tahun 2014 tersebut, diharapkan akan tercipta pemilu yang lebih berintegritas.
Disamping itu, Ketua Bawaslu Jabar menyampaikan bahwa Bawaslu yang kehadirannya berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum telah menjadi lembaga permanen, maka selain dukungan kuantitas struktur, diperlukan juga support system berupa dukungan fasilitas, sarana/prasarana. Realita hari ini, masih terdapat beberapa kantor Bawaslu di Provinsi Jawa Barat yang belum memiliki kantor tetap atau berpindah-pindah. Tentu hal ini berpengaruh pada kualitas pelayanan Bawaslu dalam melakukan tugasnya. Oleh karena itu diharapkan kedepan ada dukungan dari pemerintah dalam rangka peningkatan kualitas lembaga penyelenggara pemilu.
Menanggapi hal tersebut, M. Ridwan Kamil menyampaikan yang pada intinya bahwa mimpi suatu bangsa bisa sampai karena syaratnya ialah transisi pergantian politik yang berjalan lancar. Hal tersebut merupakan salah-satu tugas dari Bawaslu. Maka tentu Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan mendukung segala hal terkait penguatan Bawaslu termasuk dalam pengadaan sarana/prasarana. Tidak hanya berdirinya Graha Pemilu sebagai kantor, bahkan Pemprov Jabar mendorong didirikannya Museum Pemilu. Hal ini penting untuk direalisasikan, karena dalam museum tersebut diharapkan terdapat teknologi modern yang mengedukasi masyarakat terkait pemahaman demokrasi dan pemilu. Karena demokrasi kita hari ini dihadapkan dengan masyarakat milenial dan revolusi digital, dan kebanyakan berita-berita hoax berlatar belakang politik. Disinilah museum pemilu hadir memberikan edukasi pemilu pada masyarakat. (Alwi)