Bandung (3/9)—Bawaslu Provinsi Jawa Barat terima kunjungan Gusdurian Bandung ke Kantor Bawaslu, Jl. Turangga No. 25 Kota Bandung (3/9). Kunjungan tersebut terkait penjajakan kerjasama Gusdurian-Bawaslu terkait pemantauan Isu SARA di Pilkada 2020. Kunjungan tersebut diterima Lolly Suhenty, Koordinator Divisi Humas Hubal Bawaslu Provinsi Jawa Barat.
Lolly menyambut inisiatif Gusdurian lakukan kerjasama. Ia menyampaikan Bawaslu membuka kantor seluas-luasnya bagi berbagai komunitas sebagai ruang pertemuan gagasan, kritik, saran bahkan kerjasama.
Untuk Pilkada 2020 di 8 kabupaten/ kota di Jawa Barat, ia sampaikan ada 3 isu yang menjadi fokus Bawaslu, "politik uang, politisasi SARA dan berita bohong harus sebisa mungkin mampu di cegah, salah satunya melalui sosialisasi yang masif. Oleh sebab itu, adanya inisiatif Gusdurian untuk mencegah terjadinya politisasi SARA jadi penting dan seiring dengan langkah pencegahan Bawaslu", tegasnya.
Koordinator Gusdurian Bandung, Awijaya sampaikan misi besar Gusdurian, yakni menjunjung nilai kemanusiaan, saat ini tersebar di 156 titik di seluruh Indonesia. “Minimal, ini menjadi penunjang gerakan gelombang besar yang menjadi visi besar terkiat menakar radikalisme SARA, rasis.”
Kegiatan riset terahir adalah melakukan survey radikalisme, bersama lintas iman membagikan sembako untuk warga terdampak Covid 19, dan secara berkesinambungan membuka kelas pemikiran Gus Dur.
Bawaslu Provinsi Jawa Barat mempersilakan Gusdurian untuk mengakses pojok pengawasan sebagai ruang diskusi secara berkesinambungan.
Di akhir kunjungannya Gusdurian berkomitmen untuk menjadi pionir pengawas partisipatif, yang siap menjadi informan/ pelapor jika menemukan dugaan pelanggaran dalam perhelatan Pilkada 2020. "Gusdurian Bandung akan mengajak komunitas lintas iman untuk melakukan pengawasan Pilkada 2020. Saya yakin ketika lintas iman diikutsertakan, mereka pasti punya media dan jaringan di kab/kota masing masing",pungkas Awijaya (IZ)